Latest News

Haji, Jabal Rahmah dan Hari Arafah

haji jabal rahmah hari arafah
Foto: Berniagabagus
infonyabagus.com Jabal Rahmah adalah sebuah bukit yang dikenal sebagai titik pertemuan kembali Nabi Adam dan Hawa setelah keduanya terpisah. 

Jabal Rahmah berada di tepi Arafah tempat jamaah haji menunaikan wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah yang merupakan suatu kawasan di bagian timur luar Kota Makkah. Jabal Rahmah pun tak jauh dari Padang Arafah, tempat para jamaah haji melakukan ibadah wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah.


Foto: Dream


Kita dapat melihat sebuh tugu yang dibangun oleh Pemerintah Arab Saudi guna mengenang peristiwa pertemuan Nabi Adam dan Hawa. Tugu tersebut memiliki lebar 1,8 meter dan tinggi 8 meter.

Ketika musim haji tiba disaat wukuf di Arafah kita dapat melihat para jamaah haji memenuhi bukit tersebut sehingga bukit berbatu tersebut apabila dilihat dari kejauhan tiba-tiba berubah warna menjadi putih. 


Bukit berbatu tersebut memiliki ketinggian 70 meter dan perjalanan dari kaki bukit ke puncaknya bisa dilakukan dengan menaiki 160 anak tangga dan membutuhkan waktu selama 15 menit.


Ketika Haji atau Umroh ada beberapa kekeliruan yang dilakukan saat berada di Jabal Rahmah. Dikutip dari laman Rumaysho, Berikut penjelasan dari Al Lajnah Ad Daimah, komisi Fatwa di Saudi Arabia sebagai berikut.

Tidak ada petunjuk dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memotivasi kita untuk menaiki Jabal Rahmah sebagaimana yang sering dilakukan orang-orang saat hari Arafah. Tidak pula ada petunjuk Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berhaji untuk menaiki gunung tersebut dan menjadikannya sebagai bagian dari manasik. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Ambillah manasik haji dariku”. Para khulafaur rosyidin dan para sahabat serta orang yang mengikuti mereka dengan baik juga tidak pernah naik ke gunung tersebut ketika mereka berhaji, tidak pula menjadikannya sebagai bagian dari manasik haji. Mereka tidak melakukannya karena mencontoh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang juga tidak menaikinya. Yang ada adalah dalil yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di bawah gunung tersebut di sisi batu besar. Beliau bersabda, “Aku wukuf di sini, namun seluruh Arofah adalah tempat yang boleh digunakan untuk wukuf.  Naiklah dari perut Aronah.” Oleh karena itu, kebanyakan ulama menyatakan bahwa naik ke Jabal Rahmah ketika haji dan menganggapnya sebagai bagian dari manasik haji termasuk perbuatan bid’ah (yang tidak ada tuntunannya dalam Islam). Yang menyatakan seperti ini adalah Imam Nawawi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan Syaikh Shidiq Hasan Khon. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,



مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا ، فَهْوَ رَدّ

 

“Barangsiapa yang melakukan amalan yang tidak ada tuntunan dari kami, amalannya tertolak.” (HR. Muslim)

Dan juga bukan termasuk petunjuk Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat sunnah di tempat wukuf di Arafah. Yang ada adalah mencukupkan dengan shalat Zhuhur dan ‘Ashar di Masjid Namiroh, shalat tersebut dikerjakan secara jamak dan qoshor. Dan jangan menjadikan Jabal Rahmah sebagai tempat shalat untuk melaksanakan shalat sunnah maupun shalat fardhu saat hari Arafah. Hendaklah seseorang kala itu menyibukkan dirinya dengan shalat Zhuhur dan Ashar, serta berdzikir pada Allah, memperbanyak tasbih (bacaan Subhanallah), tahlil (bacaan Laa ilaha illallah), tahmid (bacaan Alhamdulillah), takbir (bacaan Allahu Akbar), dan memperbanyak talbiyah (Labbaik Allahumma labbaik …). Juga hendaklah ia memperbanyak doa hingga tenggelamnya matahari. Sedangkan menjadikan Jabal Rahmah sebagai tempat shalat itu termasuk perbuatan bid’ah yang dibuat-buat oleh orang-orang jahil (tidak paham Islam).
Semoga Allah memberi taufik, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.


Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh Ibrahim bin Muhammad Alu Syaikh, Syaikh ‘Abdurrozaq ‘Afifi, Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan, Syaikh ‘Abdullah bin Mani’ (Fatawa no. 16, 11: 206-208)


Foto: Duniatimteng
 Kekeliruan lain yang banyak dilakukan oleh umat Islam di Jabal Rahmah adalah berdoa menghadap Tugu sambil mencorat core tugu supaya dimudahkan dalam urusan Jodoh dan juga Rezeki.

0 Response to "Haji, Jabal Rahmah dan Hari Arafah"