Latest News

Ketika Suami Ingin Menyendiri, Ini yang Harus Dilakukan Istri!

infonyabagus.com Kehidupan dalam sebuah keluarga tentu tidak selalu berjalan mulus, terkadang seolah ada badai yang sedang menerpa kadang juga ada semilir angin berhembus yang membawa kesejukan. Sepasang suami istri akan cenderung berbeda dalam menyikapi kedua hal tersebut.

Khususnya para suami mereka akan merasa lebih baik setelah melungkan waktu untuk menenangkan diri dan memikirkan segala sesuatunya sampai akhirnya selesai. Bagi para istri hendaknya mereka memahami bahwa sang suami berbeda dengan diri mereka.


Rasulullah saja ketika menghadapi tekanan yang berat ‘masuk gua’ selama sebulan. Beliau bermunajat kepada Allah Swt tanpa menemui istri-istrinya. Alangkah nikmat bagi suami, jika didera masalah ia berpikir dalam keheningan untuk memecahkannya.


Berikut yang harus dilakukan para istri untuk dapat kembali berkomunikasi dengan suami, seperti yang disebut John Gray sebagai 4-P berikut:


1.    Pause (Berhentilah)

  • Periksalah. Tanyakan secara langsung apakah ini saat yang tepat. 
  • Jangan menyelanya, jika kita sudah tahu bahwa dia sedang berada dalam guanya.
2.    Prepare (Siapkanlah!)
  • Tentukanlah batas waktu. Katakan secara langsung berapa lama kira-kira kita akan berbicara dan berbagi. Jika suami tidak tahu arah pembicaraan dengan istrinya, ia akan gugup. Jika ia tahu, ia akan lebih rileks. 
  • Berikan pada suami suatu deksripsi tugas yang jelas. Katakan pada suami bahwa dia tidak perlu mengatakan apapun atau member komentar dukungan apapun.
  • Besarkanlah hatinya, Kadang-kadang dia harus dipahamkan bahwa ini semua bukan murni kesalahannya. Besarkan juga hatinya dengan mengatakan jika Anda sebagai istri memahami bahwa mendengar itu memang sulit. 
  • Hargailah suami. Setiap kali istri Anda selesai bicara, beritahukanlah bahwa Anda benar-benar menghargai ikhtiar dan kesediaan suami untuk mendengarkan. Katakan bahwa Anda merasa lebih baik tiap kali dia mendukung dengan cara mendengarkan.
3.    Postpone (Tundalah)
  • Apabila suami sedang berada dalam ‘gua’, tundalah untuk menyampaikan hajat-hajat diri hingga lain waktu ketika dia tampak lebih siap dan mampu member. 
  • Berhentilah mengharapkan suami mampu member dan berbuat lebih banyak, sampai dia terampil dalam mendengarkan lebih banyak pada perasaan-perasaan, kemudian barulah mulai meminta bentuan-bantuan fisik, sedikit demi sedikit. 
  • Apabila Anda sebagai istri merasa disalahkan atau dikritik, mengadulah pada Allah Yang Maha Mendengar terlebih dahulu agar ruh kita lebih terasah, perasaan kita lebih lembut, dan hati kita lebih tenang. Sesudah itu, barulah bicara pada suami.
4.    Persist (Tekunlah)
  • Teruslah memberikan penyiapan-penyiapan dan dukungan kepada suami agar dia bias menopang Anda. Jangan berasumsi bahwa dia akan selalu ingat apa yang harus dilakukannya. 
  • Apabila suami menolak melakukan pembicaraan dengan catatan dia tidak sedang berada di dalam gua, bertekunlah untuk memintanya supaya mendengarkan sekalipun dia hanya memiliki sedikit hal atau bahkan sama sekali tidak ada hal untuk diceritakan. 
  • Bangunlah kemampuan untuk menahan diri ketika suami sedang tidak siap berbagi.

Sumber: Barakallahu laka Bahagianya Merayakan Cinta, Salim A. Fillah, hal. 248-250, Pro-U Media Cetakan 14 2014

0 Response to "Ketika Suami Ingin Menyendiri, Ini yang Harus Dilakukan Istri!"