Latest News

3 Cara Menasehati Tanpa Menyakiti

Foto: dingtwist
infonyabagus.com Dalam kehidupan bersosial atau interaksi sosial antar sesama tidak pernah luput dari kesalahan, terkadang kita khilaf melakukan suatu kesalahan kadang mereka yang ada disekeliling kita juga melakukan kesalahan baik disadari ataupun tidak. Pantas saja jika islam mengajarkan umatnya untuk saling menasehati satu sama lain sebagai media perbaikan dalam kehidupan sosial. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya apabila melihat aib padanyadia segera memperbaikinya” (HR. Bukhari)


Niat


Jika kita ingin menasehati seseorang maka cara pertama yang harus kita lakukan adalah dengan meniatkan nasehat kita semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah SWT, karena selain diterimanya nasehat kita oleh orang yang kita nasehati dengan cara ini pula kita berhak atas pahala dan ganjaran dari Allah SWT. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal itu bergantung kepada niatnya dan sesungguhnya setiap orang itu hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul nya maka hijrahnya dinilai kepada Allah dan Rasulnya. Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang hendak dinikahinya maka hakihat hijrahnya itu hanyalah kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya” (HR. Bukhari & Muslim).


Menasehati secara rahasia


Mungkin kita sering mendapati nasehat yang disampaikan dengan terang-terangan, ketika menasehati orang  banyak seperti pada ceramah-ceramah namun ada kalanya nasehat yang kita berikan pada seseorang yang melakukan kesalahan harus disampaikan secara rahasia dan umumnya ketika seseorang yang diberi sebuah nasehat secara rahasia maka besar kemungkinan nasehat tersebut dapat diterima.  Seperti yang dikatakan Abu Muhammad Ibnu Hazm Azh Zhahiri

“Jika kamu hendak memberi nasehat (kepada saudaramu) sampaikanlah secara rahasia bukan terang-terangan dan dengan sindiran bukan terang-terangan. Terkecuali jika bahasa sindiran tidak dipahami oleh orang yang kamu nasehati, maka berterus teranglah!” (Al Akhlaq wa As Siyar, halaman 44)


Tidak memaksa


Yang harus diingat juga ketika kita hendak memberikan nasehat pada seseorang alangkah baiknya kita tidak memaksa ia untuk menerima nasehat kita. Abu Muhammad Ibnu Hazm Azh Zhahiri mengatakan:


 “Janganlah kamu memberi nasehat dengan mensyaratkan nasehatmu harus diterima. Jika kamu melanggar batas ini, maka kamu adalah seorang yang zhalim” (Al Akhlaq wa As Siyar, halaman 44)


Menyampaikan nasehat dengan lembut dan santun


Sebagai pemberi nasehat kita juga dianjurkan untuk memberi nasehat yang lembut, sopan, dan penuh kasih sayang. Hal ini dikarenakan memberi nasehat diibaratkan seperti membuka pintu sedangkan sebuah pintu tidak akan bisa dibuka selain dengan kunci yang pas dan tepat, karena pintu tersebut adalah hati maka kuncinya adalah bahasa yang disampaikan dengan lemah lembut, santun, dan penuh kasih. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidak berada pada sesuatu melainkan dia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, tidaklah sifat itu dicabut dari sesuatu, melainkan dia akan membuatnya menjadi buruk.” (HR. Muslim)


Sesuai dengan apa yang dilakukan Nabi Musa terhadap Fir’Aun. Seperti yang kita tahu, Fir’aun adalah sosok yang paling kejam dan keras dimasa Nabi Musa, namun Allah SWT telah memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun agar menasehatinya dengan lemah lembut. Sebagaimana Firman Allah SWT:


“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS. Thaahaa: 44)


Demikian beberapa adab menyampaikan nasehat kepada seseorang yang melakukan kesalahan. Semoga dengan menjalankan adab ini, nasehat yang kita tujukan dapat diterima dan tidak menyakiti perasaan orang tersebut.

Sebarkan artikel ini jika bermanfaat,

0 Response to "3 Cara Menasehati Tanpa Menyakiti"