Latest News

Mengembalikan Nafsu Makan

credit by zonakesehatan.info
infonyabagus.com Semua orang pasti pernah mengalami kondisi nafsu makan yang menurun atau hilang pada suatu waktu. Dalam istilah medis, nafsu makan yang menurun disebut dengan istilah anoreksia.

Pada banyak kasus, hilangnya nafsu makan disebabkan oleh penyakit, yang artinya kondisi tersebut hanya berupa gejala dari sebuah penyakit. Nafsu makan akan kembali normal setelah penyakit tersebut pergi. Kondisi tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan kecuali berlangsung selama lebih dari satu atau dua hari.

Keadaan lain seperti stres, sedih dan cemas yang mana umum saat ini,– juga bisa mempengaruhi nafsu makan normal. Ini sering terjadi pada remaja dan orang dewasa.

Hilangnya nafsu makan normal anda akan menjadi masalah jika kondisi tersebut terus berlanjut.Hal itu bisa jadi gejala dari penyakit yang lebih serius. Jika kondisi ini berlangsung lama, seseorang beresiko mengalami malnutrisi atau kekurangan nutrisi.

Nafsu makan yang menurun juga hampir selalu terjadi pada orang berusia lanjut, tanpa alasan yang jelas yang bisa ditemukan. Akan tetapi faktor seperti kesedihan, depresi, dan kecemasan berlebih merupakan penyebab umum kondisi tersebut, dan berdampak pada menurunnya berat badan, khususnya pada lansia.

Beberapa penyebab umum lainnya yang membuat seseorang kehilangan nafsu makan selama berhari-hari:
  • Infeksi, misalnya pneumonia, hepatitis, HIV, influenza, atau infeksi ginjal yang disebut pielonefritis
  • Penyakit jantung, ginjal, dan liver yang serius. Misalnya adalah gagal ginjal kronis, sirosis, atau gagal jantung kongestif dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan
  • Penyumbatan di dalam perut, yang dikenal sebagai obstruksi usus
  • Peradangan pada perut atau usus, seperti yang terjadi pada pasien dengan pankreatitis, radang pada pankreas, iritasi usus besar, atau usus buntu
  • Masalah endokrin , seperti diabetes melitus, atau suatu kondisi yang menyebabkan kadar hormon tiroid yang rendah (hipotiroid)
  • Gangguan autoimun, kondisi di mana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Contohnya termasuk rheumatoid arthritis dan scleroderma
  • Kondisi kejiwaan, seperti depresi, skizofrenia, atau gangguan makan yang disebut anoreksia nervosa
  • Kehamilan
  • Demensia, seperti penyakit Alzheimer, suatu kondisi yang menyebabkan memori menurun dan penurunan fungsi otak lainnya
    Tapi apa pun alasannya, Anda perlu mengembalikan nafsu  makan untuk menjaga kesehatan. Bagaimana caranya? Berikut beberapa cara yang bisa menjadi panduan Anda:

    1. Jika Anda sudah kehilangan nafsu makan selama lebih dari dua minggu, cobalah menambah asupan makanan yang kaya besi, magnesium dan kalium. Selain itu, Anda juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B dan C setiap hari. Vitamin ini tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama dalam tubuh dan perlu diperbarui secara teratur.

    2. Cobalah mengonsumsi lima hingga enam makanan porsi kecil. Porsi kecil akan membuat Anda tidak terlalu bosan. Selain itu, pastikan makanan tersebut terdiri dari karbohidrat kompleks, seperti pasta, roti, kentang, nasi dan mie. Jika memungkinkan, pastikan Anda sarapan, meskipun hanya smoothie atau sepotong buah seperti pisang. Ini merupakan langkah awal yang baik dan menyediakan energi yang Anda perlukan untuk menghadapi hari.

    3. Bagaimana dengan makanan kaya serat? Meskipun makanan kaya serat merupakan bagian penting dari diet, makanan ini akan memicu perut kembung jika Anda sudah tidak makan secara teratur selama beberapa waktu. Karena itu, cobalah mengonsumsi makanan kaya serat dalam jumlah kecil hingga selera makan Anda membaik. Anda masih bisa mendapatkan serat yang mudah dicerna dari makanan seperti kentang dan sayuran akar, pisang serta nasi.

    4. Pulihkan selera makan dengan makanan berpenampilan menarik dalam porsi kecil. Sebagai contoh, cobalah menyajikan satu sendok buah berry dengan yogurt.

    5. Daun alfalfa. Sistem pengobatan tradisional China menggunakan daun alfalfa untuk mengatasi gangguan pencernaan dan selera makan buruk. Alfalfa bisa digunakan dalam bentuk biji atau suplemen herbal.

    6. Hindari minumam bersoda dan bergula, teh serta kopi. Selain itu, cobalah menghindari makanan bergula dan makanan olahan. Pasalnya, makanan ini kurang nutrisi dan menekan selera makan.

    Diet untuk kembalikan selera makan

    Kalium: Cobalah mengonsumsi makanan tinggi kalium, seperti pisang, kentang, buah kering, avokat, kacang-kacangan dan biji-bijian.

    Magnesium: Makanan kaya mineral ini termasuk whole grain, kacang-kacangan dan sayuran hijau bisa membantu membangkitkan selera makan.

    Vitamin A, C: Konsumsilah sayuran, buah-buahan, whole grain, kacang-kacangan, daging, unggas, ikan, telur dan produk susu setiap hari untuk memperbarui kadar kedua vitamin ini.

    Biji labu. Biji labu berfungsi sebagai sumber seng. Kekurangan seng bisa memicu penurunan selera makan. Selain itu, Anda bisa mendapatkan seng dari daging merah, kepiting, kerang, sarden, unggas, dan kacang-kacangan

    Dari berbagai sumber

    0 Response to "Mengembalikan Nafsu Makan"